Sabtu, 09 Oktober 2010

Jenis-jenis Windows XP

Latar Belakang

Windows XP sebelumnya dikenal dengan kode sandi "Whistler", yang mulai dikembangkan oleh para pengembang Microsoft pada pertengahan tahun 2000-an. Bersamaan dengan proyek ini, Microsoft juga tengah menggarap proyek Windows generasi baru penerus Windows Me (Millennium Edition) yang dinamakan dengan kode sandi "Windows Neptune" yang diproyeksikan sebagai "Windows NT versi rumahan".

Setelah Windows ME dianggap kurang sukses menyaingi kesuksesan Windows 98, Microsoft pun akhirnya memutuskan untuk mengawinkan dua buah sistem operasi Windows tersebut (sistem operasi berbasis Windows NT dan sistem operasi berbasis Windows 9x) ke dalam sebuah produk. Itulah yang kita kenal sekarang dengan Windows XP.

Edisi

Windows XP muncul dalam banyak jenis:

  • Windows XP Professional
  • Windows XP Home Edition
  • Windows XP Media Center Edition
  • Windows XP Tablet PC Edition
  • Windows XP Starter Edition
  • Windows XP Professional x64 Edition
  • Windows XP Professional 64-Bit Edition for Itanium

Windows XP Professional

Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk komputer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Selain itu, versi ini pun dibilang jauh lebih lengkap fiturnya dari pada Windows XP Home Edition. Ia bisa menjadi sebuah komputer server, meskipun hanya bisa menampung maksimal sepuluh client yang bisa login secara bersamaan.

Windows XP Home Edition

Windows XP Home Edition adalah sistem operasi Windows XP yang ditujukan untuk pengguna rumahan. Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara Windows XP Home Edition dengan Windows XP Professional, karena basis pembuatannya yang sama. Perbedaan yang diberlakukan terhadap versi Windows ini adalah dukungan jaringan, di mana Windows XP Home Edition tidak didesain untuk sistem dengan banyak pengguna, seperti halnya Windows XP Professional. Fitur jaringan yang tidak ada pun sangat banyak, diantaranya tidak dapat bergabung dengan sistem domain Active Directory, tidak memiliki sistem berkas terenkripsi, tidak dapat menjadi sebuah server (meski mampu membuat beberapa berkas dan folder yang dikelolanya dapat digunakan oleh beberapa pengguna sekaligus), dan tidak memiliki fitur Internet Connection Sharing (ICS), dan masih banyak yang lainnya.

Windows XP Home Edition ditujukan untuk menggantikan versi Windows sebelumnya, yaitu Windows 98 dan Windows ME, karena kedua versi Windows tersebut tergolong ke dalam kelas Windows untuk pengguna rumahan.

Windows XP Media Center Edition

Windows XP Media Center Edition adalah versi Windows XP yang dibuat khusus untuk perangkat semacam Hi-Fi, dan PC yang diletakkan di ruang duduk. Pada dasarnya, Windows XP Media Center merupakan Windows XP Home Edition yang ditambahi dukungan sebagai perekam video pribadi (Personal Video Recorder).

Windows XP Tablet PC Edition

Windows XP Tablet PC Edition adalah versi Windows XP yang dikhususkan untuk PC yang ultra-portabel, yang dinamakan oleh Microsoft dengan Tablet PC. Bentuknya yang minimalis seperti halnya Asisten Digital Pribadi (Personal Digital Assistant atau PDA), dengan kemampuan setara notebook atau laptop. Windows XP Tablet PC Edition dibangun berbasis Windows XP Professional, yang ditambahi dengan fitur pengenalan tulisan tangan (handwriting recognizition) yang lebih baik dibandingkan dengan Windows XP Professional biasa. Pada umumnya, sebuah Tablet PC dilengkapi dengan layar sentuh.

Windows XP Professional x64 Edition

Windows XP Professional x64 Edition merupakan versi Windows XP yang dikhususkan untuk prosesor dengan arsitektur x86-64. Saat ini, prosesor yang menggunakan arsitektur tersebut terbatas pada prosesor AMD dengan arsitektur AMD64 seperti Athlon 64 dan Opteron. Dari keluarga Intel ada Intel Pentium 4 dengan ekstensi EM64T (Extended Memory 64-bit Technology), dan beberapa seri dari Intel Pentium M dan D, serta beberapa varian dari keluarga Intel Core. Perbedaan dengan Windows XP Professional yang diluncurkan sebelumnya adalah pada dukungannnya terhadap akses memori lebih besar daripada 4 Gigabytes seperti pada Windows XP sebelumnya. Sebenarnya, prosesor 64-bit dari Intel maupun AMD dapat mengakses 16 Eksabyte memori, tetapi Microsoft membatasi kemampuan sistem operasi Windows ini hingga 16 Terabyte saja. Pada dasarnya, sistem operasi ini berbeda dari versi Windows XP yang lainnya, mengingat basis kode yang digunakan adalah Windows Server 2003, Standard Edition for x64, mengingat nomor versi yang digunakannya adalah 5.2.3790.

Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium

Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium merupakan versi yang sangat terbatas sekali dilihat dari segi penjualannya. Akan tetapi, produk ini mendukung teknologi mikroprosesor yang sangat bagus, yaitu IA-64 yang digunakan oleh prosesor Intel Itanium dan Intel Itanium 2. Dukungan yang diberikan oleh Microsoft adalah dukungan terhadap semua fitur dari prosesor Itanium tersebut, akan tetapi karena sedikit sekali aplikasi yang didesain untuk prosesor Itanium, penyebaran produk ini sangat sedikit.

Perbedaan fitur dari Windows XP Professional x64 Edition adalah dukungannya terhadap prosesor Itanium, dengan segala arsitektur bawaannya, seperti EFI (Extensible Firmware Interface), dan GPT (GUID Partition Table). Meskipun prosesor Itanium merupakan prosesor dengan kinerja paling efisien, Itanium tidak dapat menjalankan program yang didesain untuk Windows XP versi 32-bit maupun Windows XP x64 Edition. Ketika menjalankan program yang tidak didesain untuknya, kinerjanya pun sangat rendah.

Aplikasi yang didukung pun sangat sedikit, dan terbatas pada aplikasi yang berguna bagi komputasi tingkat tinggi, seperti aplikasi basis data, dan aplikasi ilmiah. Jika Windows versi x64 dan 32-bit mendukung akselerasi multimedia, Windows ini tidak dibekali dengan fungsi tersebut, karena memang prosesornya tidak dibekali dengan instruksi khusus untuk akselerasi multimedia.

Windows XP Professional 64-bit Edition telah dihentikan proses produksinya setelah Hewlett-Packard (satu-satunya produsen yang menawarkan workstation dengan prosesor Itanium) menghentikan penjualan workstation miliknya. Beberapa kalangan menilai, hal ini disebabkan karena Hewlett-Packard tidak begitu sukses dengan produk ini. Meski telah dihentikan proses produksinya, Microsoft tetap mendukung Windows XP 64-bit Edition ini hingga keseluruhan Windows XP dihentikan dukungannya oleh Microsoft.

Windows XP Starter Edition

Windows XP Starter Edition merupakan versi Windows XP Home Edition yang diterjemahkan ke dalam bahasa lokal masing-masing dengan menggunakan Language Interface Pack (LIP). Bahasa yang digunakannya pun beragam, mulai dari Bahasa Indonesia, Melayu, Thailand, Turki, Rusia, India, Brazil, hingga bahasa Amerika Latin (Argentina, Chili, Meksiko, Ekuador, Uruguay, dan Venezuela). Menurut berbagai sumber, Microsoft membuat Windows XP Starter Edition dengan tujuan untuk memerangi sistem operasi GNU/Linux, karena sistem operasi tersebut populer di negara-negara dunia ketiga tersebut.

Fitur dan Peningkatan

Windows XP diketahui sebagai sebuah sistem operasi yang memiliki kestabilan yang telah ditingkatkan dari pendahulunya, dan juga memiliki efisiensi yang lebih baik daripada Windows 98, Windows ME, dan Windows 2000 Professional. Hal ini dikarenakan Windows XP menerapkan sebuah teknik manajemen software yang dapat menghindari apa yang disebut dengan "neraka DLL" atau "DLL HELL". Selain itu, tampilan Windows XP pun dirombak, hingga menjadi lebih mudah untuk digunakan.

Berikut ini adalah fitur dari Windows XP Professional (karena dianggap paling lengkap)

Dukungan terhadap sistem domain Active Directory

Active Directory adalah sistem domain yang digunakan di dalam Windows Server 2000 dan Windows Server 2003. Dengan menggunakan Active Directory, sistem-sistem Microsoft Windows dapat diatur dari satu tempat saja yaitu dari sistem yang menjalankan Active Directory itu sendiri. Fitur ini sangat berguna jika diaplikasikan dalam perusahaan yang cukup besar, karena akan menyederhanakan semua proses autentikasi.

Peningkatan pengaturan kontrol akses

Sebagai sistem operasi yang ditujukan untuk pengguna korporasi, tentunya Windows XP telah dilengkapi dengan fitur pengaturan kontrol akses. Fitur tersebut digunakan untuk membatasi akses terhadap siapa saja yang tidak memiliki hak akses terhadap sebuah objek tertentu. Meskipun hal ini bukanlah teknologi baru, karena telah diimplementasikan dalam sistem operasi berbasis UNIX, implementasi fitur ini dalam Windows XP telah diterapkan secara lebih canggih dibandingkan dengan UNIX, mengingat sistem operasi UNIX membatasi akses dengan menggunakan atribut file permission. Sistem operasi sebelumnya, seperti Windows 9x, tidak dilengkapi dengan fitur ini, sehingga setiap orang akan memiliki hak untuk mengakses setiap berkas tanpa kesulitan.

Mendukung sistem berkas terenkripsi (EFS)

Windows XP memiliki sistem enkripsi EFS. Sistem ini merupakan sistem untuk memproteksi data penting sehingga tidak dapat dibuka user lain apalagi komputer lain, kecuali dengan membuka dengan kode. Sistim ini cukup handal meskipun tak sehandal sistem pihak ketiga. File yang terenkripsi akan berubah warnanya menjadi hijau.

Sejarah Windows XP

Windows XP adalah jajaran sistem operasi berbasis grafis yang dibuat oleh Microsoft untuk digunakan pada komputer pribadi, yang mencakup komputer rumah dan desktop bisnis, laptop, dan pusat media (Media Center). Nama "XP" adalah kependekan dari "Experience". Windows XP merupakan penerus Windows 2000 Professional dan Windows Me, dan merupakan versi sistem operasi Windows pertama yang berorientasi konsumen yang dibangun di atas kernel dan arsitektur Windows NT. Windows XP pertama kali dirilis pada 25 Oktober 2001, dan lebih dari 400 juta salinan instalasi digunakan pada Januari 2006, menurut perkiraan seorang analis IDC. Windows XP digantikan oleh Windows Vista, yang dirilis untuk pengguna volume license pada 8 November 2006, dan di seluruh dunia untuk masyarakat umum pada tanggal 30 Januari 2007. Banyak Original Equipment Manufacturer (OEM) dan juga penjual ritel menghentikan produksi perangkat dengan Windows XP pada tanggal 30 Juni 2008. Microsoft sendiri terus menjual Windows XP melalui Custom-built PC (OEM kecil yang menjual komputer rakitan) sampai dengan 31 Januari 2009. Windows XP mungkin akan tetap tersedia bagi para pengguna korporasi dengan volume licensing, sebagai sarana downgrade untuk komputer-komputer yang belum siap menjalankan sistem operasi baru, Windows Vista Business Edition atau Ultimate Edition atau Windows 7 Professional.

Windows XP tersedia dalam berbagai macam edisi. Edisi yang paling umum dari sistem operasi Windows XP adalah Windows XP Home Edition, yang ditargetkan untuk pengguna rumahan, dan juga Windows XP Professional, yang menawarkan fitur-fitur tambahan seperti dukungan untuk domain Windows Server dan dua prosesor fisik, dan ditargetkan di pasar power user, bisnis dan perusahaan klien. Sementara itu, Windows XP Media Center Edition memiliki fitur multimedia tambahan yang menawarkan kemampuan untuk merekam dan menonton acara TV, melihat film DVD, dan mendengarkan musik. Ada lagi Windows XP Tablet PC Edition didesain khusus untuk platform PC Tablet, yakni sebuah komputer pribadi yang menggunakan stylus. Windows XP akhirnya dirilis untuk dua arsitektur tambahan selain tentunya Intel i386, yang disebut dengan Windows XP 64-bit Edition untuk prosesor berarsitektur IA-64 (Itanium) dan Windows XP Professional x64 Edition untuk prosesor berarsitektur x86-64. Ada juga Windows XP Embedded, sebuah versi Windows XP Professional yang dikurangi segala fiturnya di sana sini untuk pasar tertentu, dan Windows XP Starter Edition yang dijual di beberapa negara berkembang. Pada pertengahan 2009, sebuah pabrik pertama mengungkapkan bahwa mereka memiliki sebuah telepon selular berbasis sistem operasi Windows XP.

Versi Windows berbasis arsitektur NT dikenal dengan stabilitas dan efisiensi yang lebih baik ketimbang versi Windows 9x. Windows XP menyajikan antarmuka grafis yang dirancang ulang secara signifikan, hingga perubahan tersebut dipromosikan oleh Microsoft sebagai tampilan yang lebih user-friendly dari versi Windows sebelumnya. Sebuah fasilitas manajemen software baru yang disebut Side-by-Side Assembly diperkenalkan untuk memperbaiki masalah "DLL Hell" yang sering muncul pada Windows 9x. Windows XP juga merupakan versi pertama Windows untuk menggunakan aktivasi produk "Windows Product Activation" untuk memberantas pembajakan peranti lunak, meski hal ini menjadi kontroversi. Windows XP juga telah dikritik oleh beberapa pengguna untuk kelemahan keamanan komputer, integrasi beberapa aplikasi seperti Internet Explorer 6 dan Windows Media Player yang sangat ketat, dan untuk aspek-aspek dari standar antarmuka pengguna. Versi dengan Service Pack 2, Service Pack 3, dan Internet Explorer 8 dialamatkan beberapa kekhawatiran ini.

Selama pengembangan, proyek pengembangan Windows XP ini dikenal dengan nama kode "Whistler", yang diambil dari sebuah daerah di British Columbia, karena banyak karyawan Microsoft sering melakukan ski di Whistler-Blackcomb.

Sampai dengan akhir Agustus 2009, Windows XP adalah versi yang paling banyak digunakan sistem operasi di dunia dengan pangsa pasar 66,2%, setelah memuncak pada 76,1% pada Januari 2007. Menurut sebuah laporan Net Applications, pengsa pasar Windows XP tertinggi mencapai angka 85,3% pada Desember 2006.

Rabu, 01 September 2010

Microsoft PowerPoint

Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.

Sejarah

Aplikasi Microsoft PowerPoint ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskins dan Dennis Austin sebagai Presenter untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi PowerPoint.

Pada tahun 1987, PowerPoint versi 1.0 dirilis, dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. PowerPoint kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparansi overhead projector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari PowerPoint muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.

Microsoft pun mengakuisisi Forethought, Inc dan tentu saja perangkat lunak PowerPoint dengan harga kira-kira 14 Juta dolar pada tanggal 31 Juli 1987. Pada tahun 1990, versi Microsoft Windows dari PowerPoint (versi 2.0) muncul ke pasaran, mengikuti jejak Microsoft Windows 3.0. Sejak tahun 1990, PowerPoint telah menjadi bagian standar yang tidak terpisahkan dalam paket aplikasi kantoran Microsoft Office System (kecuali Basic Edition).

Versi terbaru adalah Microsoft Office PowerPoint 2007 (PowerPoint 12), yang dirilis pada bulan November 2006, yang merupakan sebuah lompatan yang cukup jauh dari segi antarmuka pengguna dan kemampuan grafik yang ditingkatkan. Selain itu, dibandingkan dengan format data sebelumnya yang merupakan data biner dengan ekstensi *.ppt, versi ini menawarkan format data XML dengan ekstensi *.pptx.

Versi

Tahun Versi PowerPoint Sistem Operasi Paket Microsoft Office
1987 PowerPoint 1.0 Mac OS classic T/A
1988 PowerPoint 2.0 Mac OS classic T/A
1990 PowerPoint 2.0 Windows 3.0 T/A
1992 PowerPoint 3.0 Mac OS classic T/A
1992 PowerPoint 3.0 Windows 3.1 T/A
1993 PowerPoint 4.0 Windows NT 3.1, Windows 3.1, Windows 3.11 Microsoft Office 4.x
1994 PowerPoint 4.0 Mac OS classic T/A
1995 PowerPoint 7 for Windows 95 Windows 95, Windows NT Microsoft Office 95
1997 PowerPoint 97 Windows 95/98, Windows NT 4.0 Microsoft Office 97
1998 PowerPoint 98 Mac OS Classic Microsoft Office 1998 for Mac
1999 PowerPoint 2000 Microsoft Windows 98, Windows NT 4.0, Windows 2000 Microsoft Office 2000
2000 PowerPoint 2001 Mac OS X Microsoft Office 2001 for Mac
2001 PowerPoint 2002 Windows 2000/XP Microsoft Office XP
2002 PowerPoint v.X Mac OS X Microsoft Office:mac v.X
2003 PowerPoint 2003 Windows 2000 Service Pack 3, Windows XP Service Pack 1, Windows Server 2003 Microsoft Office System 2003
2004 PowerPoint 2004 Mac OS X Microsoft Office:mac 2004
2006 PowerPoint 2007 Microsoft Windows Vista, Windows XP Service Pack 2, Windows Server 2003, Windows Server 2008 Microsoft Office System 2007
2007 PowerPoint 2008 Mac OS X Microsoft Office:mac 2004

Operasi

Dalam PowerPoint, seperti halnya perangkat lunak pengolah presentasi lainnya, objek teks, grafik, video, suara, dan objek-objek lainnya diposisikan dalam beberapa halaman individual yang disebut dengan "slide". Istilah slide dalam PowerPoint ini memiliki analogi yang sama dengan slide dalam proyektor biasa, yang telah kuno, akibat munculnya perangkat lunak komputer yang mampu mengolah presentasi semacam PowerPoint dan Impress. Setiap slide dapat dicetak atau ditampilkan dalam layar dan dapat dinavigasikan melalui perintah dari si presenter. Slide juga dapat membentuk dasar webcast (sebuah siaran di World Wide Web).

PowerPoint menawarkan dua jenis properti pergerakan, yakni Custom Animations dan Transition. Properti pergerakan Entrance, Emphasis, dan Exit objek dalam sebuah slide dapat diatur oleh Custom Animation, sementara Transition mengatur pergerakan dari satu slide ke slide lainnya. Semuanya dapat dianimaskan dalam banyak cara. Desain keseluruhan dari sebuah presentasi dapat diatur dengan menggunakaan Master Slide, dan struktur keseluruhan dari prsentasi dapat disunting dengan menggunakan Primitive Outliner (Outline).

PowerPoint dapat menyimpan presentasi dalam beberapa format, yakni sebagai berikut:

  • *.PPT (PowerPoint Presentation), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint (termasuk PowerPoint 12)
  • *.PPS (PowerPoint Show), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint (termasuk PowerPoint 12)
  • *.POT (PowerPoint Template), yang merupakan data biner dan tersedia dalam semua versi PowerPoint (termasuk PowerPoint 12)
  • *.PPTX (PowerPoint Presentation), yang yang merupakan data dalam bentuk XML dan hanya tersedia dalam PowerPoint 12.

Kompatibilitas

Mengingat Microsoft PowerPoint merupakan program yang sangat populer, banyak aplikasi yang juga mendukung struktur data dari Microsoft PowerPoint, seperti halnya OpenOffice.org. OpenOffice.org Impress|Impress dan Apple Keynote. Hal ini menjadikan program-program tersebut dapat juga digunakan sebagai alternatif untuk PowerPoint, karena selain tentunya dapat membuka format PowerPoint, aplikasi-aplikasi tersebut tentunya memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki oleh PowerPoint.

Meskipun demikian, karena PowerPoint memiliki fitur untuk memasukkan konten dari aplikasi lainnya yang mendukung Object Linking and Embedding (OLE), beberapa presentasi sangat bergantung pada platform Windows, berarti aplikasi lainnya, bahkan PowerPoint untuk Macintosh sekalipun akan susah untuk membuka presentasi tersebut, dan bahkan kadang-kadang tidak dapat membukanya secara sukses dalam Macintosh. Hal ini mengakibatkan adanya kecenderungan para pengguna untuk menggunakan format dengan struktur data yang terbuka, seperti halnya Portable Document Format (PDF) dan juga OpenDocument dari OASIS yang digunakan oleh OpenOffice.org dan tentunya meninggalkan PowerPoint. Microsoft juga sebenarnya sudah melakukan hal serupa saat merilis format presentasi berbasis XML (PowerPoint 12), meskipun hingga saat ini masih banyak pengguna yang tetap menggunakan PowerPoint 11 (Microsoft Office PowerPoint 2003) yang masih berbasis data biner.



Proteksi Folder Windows


Folder-folder penting dan rahasia agar tidak mudah diakses oleh orang lain sebaiknya diberikan perhatian khusus berupa pemberian proteksi demi keamanan data yang ada di dalam folder tersebut. Apalagi proteksi ini untuk melindungi hak akses seorang anak ke folder khusus orang dewasa.

Cara memproteksi folder pada windows cukup gampang yaitu hanya dengan menggunakan perintah dari prompt drive atau Command Prompt.
Sudah tau Apa itu command prompt ? kalau sudah tau terus alinea berikutnya tapi kalau belum tau apa itu command prompt berikut ini definisinya menurut Blog Belajar Ilmu Komputer yaitu command prompt adalah perintah-perintah yang dapat diberikan kepada komputer melalui prompt drive seperti perintah DIR, COPY, VER, SYS, REN, MD, CD, CLS, FORMAT, FDISK dll.

Berikut ini perintah untuk memproteksi folder pada windows xp. Dan dalam prkatek kali ini saya menggunakan windows xp service pack 2.

Sebelumnya mohon maaf karena artikel ini tidak dilengkapi dengan gambar karena demi meringankan akses blog ini dan berikut cara memproteksi folder agar tidak bisa diakses oleh pengguna komputer lain.

Jalankan Command Prompt dengan cara klik Start - All Programs - Accessories - Command Prompt.

sebagai contoh kita akan memproteksi folder DATA yang ada di drive D, maka perintahnya adalah :

cacls d:\data /p administrators:n

kemudian tekan ENTER

muncul pertanyaan Are You Sure (Y/N)?

ketik Y yang menyatakan Yes kemudian tekan ENTER

dengan menjalankan perintah di atas maka folder DATA yang ada di drive D sudah terproteksi dan tidak bisa diakses lagi.

Untuk memberikan hak akses folder DATA atau membuka proteksi folder DATA harus menjalankan perintah cacls seperti berikut :

cacls d:\data /p administrators:f

dengan perintah di atas maka folder DATA yang tadinya terproteksi akan dapat diakses kembali.

Kelemahan perintah proteksi folder melalui command prompt adalah dapat dengan mudah diakses kembali apabila pengguna komputer tersebut sudah mengetahui perintah proteksi folder ini (cacls).

Selasa, 24 Agustus 2010

Microsoft Office Access

Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

Sejarah

Microsoft merilis Microsoft Access 1.0 pada bulan November 1992 dan dilanjutkan dengan merilis versi 2.0 pada tahun 1993. Microsoft menentukan spesifikasi minimum untuk menjalankan Microsoft Access 2.0 adalah sebuah komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 3.0, RAM berkapasitas 4 megabyte (6 megabyte lebih disarankan) dan ruangan kosong hard disk yang dibutuhkan 8 megabyte (14 megabyte lebih disarankan). Versi 2.0 dari Microsoft Access ini datang dengan tujuh buah disket floppy 3½ inci berukuran 1.44 megabyte.

Perangkat lunak tersebut bekerja dengan sangat baik pada sebuah basis data dengan banyak record tapi terdapat beberapa kasus di mana data mengalami kerusakan. Sebagai contoh, pada ukuran basis data melebihi 700 megabyte sering mengalami masalah seperti ini (pada saat itu, memang hard disk yang beredar masih berada di bawah 700 megabyte). Buku manual yang dibawanya memperingatkan bahwa beberapa kasus tersebut disebabkan oleh driver perangkat yang kuno atau konfigurasi yang tidak benar.

Nama kode (codename) yang digunakan oleh Access pertama kali adalah Cirrus yang dikembangkan sebelum Microsoft mengembangkan Microsoft Visual Basic, sementara mesin pembuat form antarmuka yang digunakannya dinamakan dengan Ruby. Bill Gates melihat purwarupa (prototype) tersebut dan memutuskan bahwa komponen bahasa pemrograman BASIC harus dikembangkan secara bersama-sama sebagai sebuah aplikasi terpisah tapi dapat diperluas. Proyek ini dinamakan dengan Thunder. Kedua proyek tersebut dikembangkan secara terpisah, dan mesin pembuat form yang digunakan oleh keduanya tidak saling cocok satu sama lainnya. Hal tersebut berakhir saat Microsoft merilis Visual Basic for Applications (VBA).

Penggunaan

Microsoft Access digunakan kebanyakan oleh bisnis-bisnis kecil dan menengah, di dalam sebuah organisasi yang kecil bahkan mungkin juga digunakan oleh perusahaan yang cukup besar, dan juga para programmer untuk membuat sebuah sistem buatan sendiri untuk menangani pembuatan dan manipulasi data. Access juga dapat digunakan sebagai sebuah basis data untuk aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.

Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman.

Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.

Fitur

Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.

Microsoft SQL Server Desktop Engine (MSDE) 2000, yang merupakan sebuah versi mini dari Microsoft SQL Server 2000, dimasukkan ke dalam Office XP Developer Edition dan dapat digunakan oleh Microsoft Access sebagai alternatif dari Microsoft Jet Database Engine.

Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.

Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report, macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.

Pengembangan dengan Access

Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.

Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.

Istilah-istilah penting Server

* Cluster - Merupakan berbagai tipe server berbeda yang berlokasi diberbagai tempat (atau negara), terkoneksi satu sama lain serta saling bekerjasama sehingga user dapat mengakses informasi apapun tanpa perlu tahu sistem jaringan yang ada.

* Co-location Server - Merupakan institusi yang mengalih-daya-kan (outsource) server mereka untuk dikelola kepada pihak lain. Co-location membuat pengelolaan server dilakukan secara profesional, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya server, pendukung maupun suber-daya manusia-nya. Contoh : Penyedia Jasa Blog seperti WordPress menyediakan server mereka secara gratis agar user dapat membuat blog dan menyimpannya disana. Kegiatan ini juga merupakan sebuah aktivitas co-location yang sederhana.

* Hot Swap - Hot Swap merupakan fungsi umum pada HDD Server, dimana unit-unit HDD dapat di cabut dan dipasang pada saat komputer tersebut hidup (on). Fungsi hot-swap sangat berguna ketika HDD server mengalami masalah hingga perlu diganti. Hot Swap biasanya memerlukan suatu bay (dudukan slot khusus) pada chassis, sehingga mempermudahkan kita ketika akan mencabut atau memasangnya. Tipe HDD yang mendukung fungsi swap adalah SCSI 80-pin, SAS dan S-ATA.

* Redundant - Redundant merupakan kemampuan server untuk membackup sumber daya listrik ketika terjadi masalah. Server memiliki cadangan daya berupa dua unit modul power supply yang identik, sehingga jika salah satu modul gagal berfungsi maka akan segera digantikan oleh modul cadangan (backup). Redundant merupakan kelengkapan standar pada server high-end.

Redundant Power Supply Unit

* Mission Critical - Adalah istilah yang menunjukkan bahwa pada satu institusi, fungsi server tertentu sangat vital. Dengan kata lain, pengoperasian server tersebut sangat penting untuk menjalankan aktivitas rutin, misalnya perbankan yang bekerja dengan data online setiap saat.

* System integrator - Merupakan perusahaan atau konsultan yang menawarkan jasa integrasi sistem komputer secara keseluruhan, seperti instalasi PC Desktop, jaringan, server, koneksi internet, security system, software aplikasi dan lain-lain sehingga user mendapatkan solusi terintegrasi terhadap kebutuhan organisasi/institusi-nya.

* Dual Processor (DP) - Merupakan processor yang mendukung instalasi dua buah processor identik secara bersamaan di sistem server, tujuannya agar beban pengolahan pada processor dapat dibagi dan diselesaikan lebih cepat (multitasking & multithreading). Contoh Processor Intel yang mendukung Dual Processor adalah Xeon dan Itanium. Dual Core bukanlah Dual Processor, karena Dual Core hanya fungsi yang terdapat didalam satu keping Processor.

Konfigurasi Dual Processor

* Bechmark - Merupakan satu kegiatan untuk melakukan pengukuran faktor-faktor tertentu pada komputer menggunakan aplikasi pengukur (benchmark applicaton). Faktor pengukur antara lain adalah performa komputer secara keseluruhan (overall performance), daya tahan (reliablity), kestabilan (stability), daya yang digunakan (power consumption) serta hambatan dari proses yang terjadi (barrier). Pada server sendiri, poin yang sering menjadi tolak ukur adalah : performa secara keseluruhan (point/MFLOPS), jumlah user/client optimal & maksimal, network bandwidth (KB/s), processor performance (ALU/ISSE3), memory bandwidth (MB/s), drive index (MB/s), data latency, load power consumption (watt), stress test, stability test dan lain sebagainya. Software benchmark yang umum digunakan antara lain SiSoft Sandra, Web Server Stress Tool, Sysmark, dan lain-lain.

* Virtualization - Merupakan teknik untuk membuka sistem operasi dan aplikasi diatas operating sistem lain yang sudah eksis, misalnya kita membuka file-file berbasis Microsoft Windows diatas OS Linux RedHat. Caranya dengan mengakses Linux RedHat sebagai sistem operasi utama (primary operating system), lalu membuka aplikasi virtualization seperti VMWare dan mengakses Windows melalui aplikasi itu. Virtualization harus didukung oleh sistem server yang mendukungnya, seperti Processor, Chipset & Software.

* Multi Processor (MP) - Merupakan processor yang mendukung instalasi 4 buah processor atau lebih yang identik secara bersamaan pada sistem server. Processor Intel yang mendukung adalah Xeon dan Itanium. Dengan multiprocessor pengolahan aplikasi multitasking akan jauh lebih cepat.

* Micro-Architecture - Merupakan arsitektur inti dari processor Intel, yang menentukan desain, fitur dan performa processor secara keseluruhan. Umumnya Micro-architecture melambangkan generasi processor tersebut.

Tabel Micro-architecture Processor Intel Xeon
Processor Micro-architecture
Intel Xeon 3200 series Intel Core
Intel Xeon 3000 series Intel Core
Intel Xeon 5300 series Intel Core
Intel Xeon 5100 series Intel Core
Intel Xeon 5000 series Intel NetBurst
Intel Xeon 70000 series Intel NetBurst
Intel Pentium 4 Intel NetBurst
Intel Pentium D Intel NetBurst
Intel Core 2 Duo Intel Core
Intel Core 2 Quad Intel Core

Intel mengenal dua macam generasi micro-architecture, yaitu NetBurst & Core. Core sendiri merupakan generasi terbaru pengganti NetBurst, dengan benefit : jalur data yang lebih lebar, transfer data yang lebih cepat, cache memory yang lebih besar, sistem kerja yang lebih cerdas serta energi yang lebih efisien.

Tabel Beberapa fitur pada platform Server Intel
Intel Wide Dynamic Execution Meningkatkan jumlah instruksi per-clock cycle agar memperpendek waktu eksekusi dan efisiensi energi pada processor.
Intel Intelligent Power Capability Mengurangi konsumsi power pada processor.
Intel Advanced Smart Cache Mengurangi waktu latency pada saat core yang berbeda pada processor mengakses cache memory.
Intel Smart Memory Access Mengoptimalisasi penggunaan bandwidth data dari memory subsystem.
Intel Advanced Digital Media Boost Meningkatan performa secara signifikan beberapa aplikasi berbasis multimedia, engineering dan scientific.

Saat ini hampir semua jajaran processor Intel menggunakan micro-architecture Core (lihat tabel diatas).

* RISC Processor RISC merupakan singkatan Reduced Instruction Set Computer, yaitu sebuah teknik design arsitektur pada sebuah processor. Dengan RISC maka sebuah processor akan bekerja lebih efisien karena mereduksi kerumitan set instruksi yang berhubungan dengan memori utama. Teknik ini akan menghasilkan sebuah program compiler (aplikasi untuk membentuk sebuah software) yang lebih sederhana dan efektif dengan memanfaatkan waktu eksekusi hanya dengan satu clock-cycle, memecah instruksi menjadi beberapa bagian lalu dieksekusi secara bersamaan (pipelining). Dan terakhir, memanfaatkan sebagian besar register daripada memori. RISC processor hanya di-implementasikan pada beberapa perangkat saja, karena processor yang ada saat ini umumnya menggunakan teknologi CISC (Complex Instruction Set Computer). Contoh perangkat yang menggunakan teknik RISC yaitu : Intel Itanium Servers, Sony Playstation, Apple McIntosh, Microsoft Xbox 360 dan Sun UltraSPARC.

RISC Processor (Intel Itanium2)

* i-PAT - i-PAT merupakan singkatan dari Intel Platform Administration Technology, yaitu sistem manajemen yang dibuat oleh Intel untuk mempermudah implementasi, pengawasan dan perawatan sistem jaringan server-client berbasis teknologi Intel. i-PAT dibuat untuk menyederhanakan kompleksitas jaringan yang menggunakan sejumlah besar PC Clients.

Benefit i-PAT antara lain :

* Instalasi Operating System & Aplikasi ke seluruh PC Client hanya melalui satu server saja.
* Sistem Proteksi HDD dengan mengembalikan (recovery) data ketika terjadi masalah pada PC Client, seperti serangan virus dan lain sebagainya.
* System Alert OS Crash & [[Hardware], yang akan memberikan warning ketika terjadi masalah pada Operating System dan arsitektur hardware.
* Manajemen terpusat berbasis web.
* Monitoring aset dengan sistem pengawasan terpusat melalui sebuah server.

Untuk menjalankan fungsi i-PAT memerlukan syarat tertentu seperti : hardware berbasis Intel (Server dan Client), Operating System Microsoft Windows dan aplikasi i-PAT dari Intel.

* 32-bit dan 64-bit - Merupakan istilah yang menerangkan lebar jalur data processor, yaitu 32-bit dan 64-bit. Saat ini hampir sebagian besar Processor sudah menggunakan lebar jalur 64-bit, seperti Intel Xeon dan Itanium2. Lebar jalur akan meningkatkan kapasitas sistem pengalamatan (adressing) memori utama, yang pada akhirnya akan meningkatkan performa komputer secara keseluruhan. Processor 32-bit umumnya hanya dapat mengakses RAM dengan kapasitas maksimal 4 Gigabyte, sedangkan 64-bit dapat mengakses sampai dengan 1.000 Gigabyte. Pada Intel, teknologi 64-bit dikenal dengan nama IA64MT, yaitu Intel Architecture 64-bit Memory Technologies. Analogi - Bayangkan sebuah antrian dimeja kasir pasar Supermarket. Anggap saja arsitektur 32-bit masih menggunakan 32 jalur antrian, sedangkan 64-bit memiliki lajur 2x lipat atau 64 buah. Tentu saja 64-bit akan mengolah data jauh lebih baik karena jalur yang dimiliki lebih banyak.

* Codename - Processor Intel biasanya memiliki istilah tertentu yang merujuk pada teknologi yang digunakannya, seperti Intel Xeon “Nocona”, “Dempsey” atau “Tulsa”. Istilah ini sering disebut sebagai Codename. Codename adalah istilah yang diciptakan oleh vendor (biasanya oleh para engineer pembuatnya) sebelum produk tersebut dijual dan memiliki nama dagang tersendiri (trade-mark).
e>

SCSI (Small Computer System Interface)

SCSI (Small Computer System Interface), merupakan interface yang paling umum digunakan pada server high-end. Jika ATA dan S-ATA merupakan standar PC Desktop, maka SCSI hanya ada pada sistem Server saja. Dengan SCSI (misal : Hard Disk), maka transfer data yang diolah pada komputer akan lebih cepat & efisien dibandingkan dengan ATA. Contohnya, pada satu kabel SCSI dapat di-instalasikan sekitar 15 devices sekaligus dengan panjang 1,5 m. SCSI juga bekerja lebih cepat dari ATA dan sangat efisien dalam pengolahan data-data kapasitas besar.

SCSI mempunyai beberapa type, seperti SCSI Ultra160 dan SCSI Ultra320. Ultra160 artinya HDD memiliki transfer rate 160 MB/s, sedangkan Ultra320 dengan transfer rate 320 MB/s. SCSI juga memiliki dua macam konektor, yaitu SCSI 68-pin dan 80-pin SCA (Single Connector Attachment). Yang paling umum digunakan adalah SCSI 68-pin.

SCSI sendiri masih menggunakan pengolahan parallel, dan teknologi-nya akan segera digantikan dengan SAS (Serial Attached SCSI) seperti dibawah.
Berbagai tipe interface HDD server
Berbagai tipe interface HDD server
[edit] SAS (Serial Attached SCSI)

SAS (Serial Attached SCSI) merupakan interface terbaru pada HDD yang menggabungkan fitur SCSI dan Serial ATA. SAS menggunakan port konektor khusus yang mirip dengan SATA dan transfer rate yang lebih baik. Semua server nantinya akan mengadopsi teknologi ini.
Kelebihan SAS dibandingkan SCSI

* SAS bus menggunakan topologi point-to-point, sedangkan SCSI menggunakan multidrop. Dengan point-to-point maka transfer rate antara HDD dan sistem akan lebih optimal karena menggunakan jalur khusus (dedicated line).
* SAS tidak membutuhkan terminator pack seperti SCSI.
* SAS dapat mengkoneksikan devices (termasuk HDD) sebanyak 16.384 buah, sedangkan SCSI maksimal 32 devices saja.
* SAS dapat menggunakan expander, yaitu semacam hub untuk menghubungkan satu port (point) ke beberapa devices.
* SAS memiliki domain dan ID khusus yang dinamakan WWN (World Wide Name) yang bersifat unik dan dapat dikenali lewat network/internet. WWN serupa dengan MAC Address yang dikenal pada Network Card Module.

SAS backward compatibel dengan HDD SATA.
Fibre Channel

Fibre Channel merupakan salah satu interface HDD yang umum digunakan pada jaringan storage skala besar (Wide Area Network). Interface ini dirancang menggunakan protokol jaringan terdedikasi sehingga tidak membebani jaringan yang sudah ada.

HDD Fibre Channel memiliki interface yang dirancang khusus untuk menangani transfer data jarak jauh dalam satu sistem jaringan, sehingga menggunakan port dan kabel khusus. Untuk mengimplementasikannya, kita memerlukan controller khusus atau add-in card yang dipasang pada slot PCI. Fibre Channel juga memiliki port khusus yang dapat langsung dikoneksikan pada kabel jenis twisted-pair copper atau Fiber Optic, sehingga tidak membebani lalu lintas data via Ethernet Server.

Di Indonesia, masih jarang perusahaan yang mengimplementasikan Fibre Channel, sehingga perangkat ini sulit ditemukan.

Tabel Perbandingan karakteristik SCSI dan P-ATA (IDE)
Feature SCSI P-ATA/IDE
Dukungan Platform PC, Mid-to-High End Server PC, Value Server, Apple Platform
Tipe komponen terpasang Harddisk, CDROM, DVD, Scanner, Tape Drive, Printer, Optical Harddisk, Optical Drive
Komponen terkoneksi 16 2
Dukungan Komponen eksternal Ya Tidak
Panjang kabel 1,5m up to 25m 18 inch (maksimal)
Transfer Rate up to 320 Mb/s up to 100 Mb/s
Kemampuan Multitasking Sangat Baik Kurang Baik
Dual Master DMA Hanya mendukung koneksi satu komponen per-bus
Disconnect/Reconnect
Tagged Command Que.
Error Detection Baik Kurang Baik
Harga Relatif Mahal Relatif Murah

Tabel Perbandingan karakteristik seluruh interface HDD
SATA SCSI SAS Fibre Channel
Komponen terkoneksi 1 16 128 16 Juta
Panjang kabel 1 m 25 m 10 m 10 ribu meter
Dukungan Dual Port Tidak Tidak Ya Ya
Konfigurasi (Topologi) Point to Point Bus Point-to-Point Loop, Fabric
(dengan Expanders)
Kecepatan 150 MB/s 160 MB/s 300 MB/s 100 MB/s, 200 MB/s, 400 MB/s, 1 GB/s
300 MB/s 320 MB/s 600 MB/s
Duplex Protocol Half SATA Half SCSI Full SCSI Full SCSI

Faktor-faktor penting Hard Disk (HDD) lainnya :
[edit] Kapasitas

Kapasitas merupakan ukuran penyimpanan sebuah unit HDD dengan satuan Gigabyte (GB). Sebuah HDD server memiliki kapasitas beragam, tergantung dari interface dan konfigurasi yang digunakan.

Pada HDD tipe SATA kapasitas minimal sebesar 80 GB per-unit dan maksimal mencapai 1.000 GB (1 Terrabyte). Pada HDD tipe SCSI dan SAS kapasitas minimal sebesar 36 GB dan maksimal 146 GB.

Tabel Kapasitas dari beberapa merek HDD
Tipe HDD Kapasitas
Seagate Barracuda ATA 7200.11 500, 750, 1000GB
Maxtor DiamondMax 21 80, 160, 250, 320, 500 GB
Seagate Savvio 10K.2 & 15K.1 36, 73, 146 GB
Seagate Cheetah 15K.6 146, 300, 450 GB
Cheetah NS 300, 400 GB
Barracuda ES.2 250, 320, 400, 500, 750, 1000 GB
[edit] Spindle-speed (RPM)

Spindle-speed (RPM) merupakan ukuran putaran platter HDD dalam satu rotasi dan memiliki satuan Rotation-per-minute (RPM). Semakin tinggi putaran ini berarti performa HDD juga makin baik.

Pada HDD tipe SATA memiliki spindle-speed 5.400 dan 7.200 RPM. Pada HDD tipe SCSI dan SAS memiliki spindle-speed 10.000 RPM (atau disebut 10K) dan 15.000 RPM (atau disebut 15K).

Cache Buffer

Cache Buffer merupakan merupakan memori berkecepatan tinggi yang diintegrasikan didalam HDD. Memori ini berfungsi untuk menyimpan data yang sering diminta oleh RAM, sehingga tidak perlu diambil dari platter. Selain membuat transfer data lebih cepat, juga membuat daya lebih hemat. Semakin besar kapasitasnya, semakin baik performa-nya.

Tabel Interface dan Cache Buffer beberapa merek HDD
Tipe HDD Interface Cache Buffer
Seagate Barracuda ATA 7200.11 SATA 32 MB
Maxtor DiamondMax 21 ATA, SATA 2, 8 MB
Seagate Savvio 10K.2 & 15K.1 SAS 16 MB
Seagate Cheetah 15K.6 SCSI, SAS 16 MB
Cheetah NS SAS 16 MB
Barracuda ES.2 SATA 8, 16, 32 MB

Form Factor

Form Factor merupakan ukuran fisik sebuah HDD yang dilambangkan dengan garis tengah platter yang digunakan. Pada server dikenal dua macam form factor HDD, yaitu ukuran 3.5” (inchi) dan 2.5” (inchi).

HDD 3.5” umum digunakan pada semua tipe server dengan chassis Tower. HDD 2.5” umum digunakan pada server model Rackmount atau Blade.
HDD ukuran 2.5” dan 3.5”

Apa itu NCQ?

NCQ singkatan dari Native Command Queing, yaitu fitur teknologi yg saat ini dipakai pada beberapa HDD Serial ATA generasi terbaru. Dengan fitur NCQ, HDD dapat menangani multi-commands (banyak perintah) dan mengurutkan berdasarkan prioritas tertentu. NCQ akan menangani data secara pintar, sehingga pengurutan instruksi akan berlangsung efisien & cepat.

Misalnya : sebuah aplikasi biasanya terdiri dari puluhan file terintegrasi. Dan kadang-kadang file tersebut disimpan secara terpecah-pecah pada platter HDD, hingga ketika kita akan membuka aplikasi tersebut maka jarum Head harus bergerak kesana-kemari mengumpulkan file yang berserakan tersebut. Belum lagi pada saat yang bersamaan HDD juga harus menangani perintah lain.

Dengan sistem NCQ, maka HDD akan menangani permintaan berdasarkan sistem prioritas tertentu. NCQ akan mengurutkan permintan berdasarkan prioritas, bukan urutannya. Setelah itu dilakukan eksekusi dengan cara mengakses data pada platter. Jarum Head akan membaca data berdasarkan lokasi yang berdekatan pada platter, sehingga pergerakan mekanisnya akan lebih efisien dan membuat performa HDD meningkat sekaligus mereduksi kerusakan secara fisik.
[edit] Berikut analogi cara kerja NCQ

Jika ada 3 orang (A, B, C) yang akan menaiki sebuah lift : si A datang pertama, lalu memencet tombol Lantai 7. Yang kedua si B memencet tombol lantai 5 dan terakhir si C datang memencet tombol lantai 3. Berdasarkan permintaan antara A, B dan C seharusnya A diprioritaskan duluan karena datang yang pertamakali. Tapi pada sistem lift yang dilayani pertama adalah si C karena naik ke lantai yang paling rendah, baru disusul oleh B dilantai 5 dan terakhir A dilantai paling atas. Sistem lift ini bisa dianalogikan cara kerja sebuah NCQ didalam HDD